|
No
|
Pola
Aktivitas
|
Di Rumah
|
Di RS
|
|
1.
2.
3.
4.
5.
|
Nutrisi
- Makan
Minum
Pola Eliminasi
- BAB
- BAK
Aktivitas Fisik
Istirahat Tidur
Personal Hygiene
- Mandi
- Keramas
- Gosok Gigi
- Ganti Pakaian
|
3x/ hari dengan porsi sedang (± 8 sendok makan) Nasi, lauk, sayur
- Air putih ± 7
gelas/ hari (± 1500 cc)
- 1 – 2x / hari,
dengan konsisten lunak dan berwarna kuning
- 6 – 7x / hari ( ±
1400 cc) berwarna kuning jernih
- Klien biasanya
bekerja sebagai ibu rumah tangga dan waktu senggang biasanya digunakan klien
untuk berkumpul bersama keluarganya
- Klien tidur ± 10
jam / hari menggunakan kasur, bantal, guling, dengan penerangan terang
-
2x / hari
3x/ minggu
- 2x / hari
- 2x / hari
|
3x/ hari dengan porsi sedang (±
4 sendok makan) bubur merah
- air putih ± 7
gelas / hari (± 1500 cc )
4 – 5x / hari, dengan konsisten cair
-
6 – 7x / hari (± 1400 cc) berwarna kuning
jernih
-
Klien
hanya menghabiskan waktunya di tempat tidur
- Klien tidur ± 12 jam / hari
menggunakan kasur dengan peneranga terang
1 x / hari
(Belum sejak MRS)
-
1x / hari
1x / hari
1x / hari
|
|
NO
|
DATA
|
PENYEBAB
|
MASALAH
|
|
1.
2.
|
Ds: - Klien
mengatakan diare 2 hari
-
Klien mengatakan saat BAB feses klien encer dan berlendir.
-
Klien mengatakan BAB 4-5X dalam sehari.
-
Klien mengatakan mengonsumsi makanan pedas sebelumnya.
Do:
- Keluhan utama lemah
-
Konsistensi fases cair dan berlendir
-
Mukosa bibir kering
-
Suara perut hipertimpani
-
Tugor kulit menurun
Ds: - Klien mengatakan
badan panas
Do: - Keluhan utama lemah
-
S : 37,5 OC
-
N : 78 X/menit
-
TD : 110/70 mmHg
-
RR : 20 X/menit
|
Kehilangan cairan sekunder
akibat diare.
Proses infeksi penyakit
|
Ketidak seimbangan cairan dan
elektrolit.
Peningkatan suhu tubuh
|
|
No
|
DIAGNOSA
MEDIS
|
|
1.
2.
|
Ketidakseimbangan cairan dan
elektrolit berhubungan dengan kehilangan cairan sekunder.
Hipertermi brerhubungan
dengan proses infeksi penyakit.
|
|
No
|
DIAGNOSA
|
TUJUAN
|
INTERVENSI
|
RASIONAL
|
|
1.
2.
|
Ketidakseimbangan cairan dan
elektrolit berhubungan dengan kehilangan cairan sekunder.
Hipertermi brerhubungan
dengan proses infeksi penyakit.
|
Setelah dilakukan tindakan
keperawatan dalam waktu 1X24 jam diharapkan :
-
TTV dalam batas normal
-
Tidak ada tanda-tanda dehidrasi
-
Frekuensi BAB 1X / hari
Setelah
diberikan tindakan keperawatan dalam waktu 1X24 jam diharapkan :
-
Suhu tubuh normal
-
Keluhan utama kembali normal
-
Demam klien turun
|
1.
Pantau tanda dan gejala dehidrasi.
2.
Pantau input dan output.
3.
Bina hubungan saling percaya.
4.
Pemberian cairan parenteral sesuai dengan umur.
5.
Kolaborasi dengan dokter dalam pemberian obat.
1.Bina hubungan salin percaya.
2. Berikan kompres pada klien.
3.Anjurkan klien untuk
memakai baju tipis dan dapat menyerap keringat.
4.Anjurkan klien minum sedikit
tapi sering.
5.Kolaborasi dengan
dokter dalam pemberian obat.
|
1.Penurunan volume cairan dan
elektrolit menyebabkan dehidrasi jaringan.
2.Dehidrasi dapat meningkatkan
laju filtasi glomerulus.
3.Mempermudah melakukan
intervensi selanjutnya.
4.Pemberian cairan secara cepat
dapat sebagai penganti cairan yang hilang.
5.Menentukan pemberian obat
secara tepat.
1.Mempermudah melakukan
intervensi selanjutnya.
2.Membantu menurunkan suhu
tubuh klien.
3.Membantu mengurangi penguapan
pada tubuh.
4.Menganti cairan yang hilang.
5.Menentukan pemberian obat
secara tepat.
|
|
No dx
|
Tgl/jam
|
Implementasi
|
Tgl/jam
|
Evaluasi
|
ttd
|
|
1.
2.
|
22/01/16
09.00
22/01/16
11.00
|
1. Memantau TTV
2.
Memantau intake dan output dengan memperhatikan tetesan infus dan BAB, BAK
klien
3. Membina
hubungan saling percaya dengan klien
4. Memberikan cairan parentera
dengan memasang infus pada klien.
5.
Mengkolaborasikan dengan dokter.
|
23/01/16
08.00
24/06/10
08.00
|
S : Klien mengatakan diare dan
panas
O : Keluhan utama hilang, diare
berkurang 3-4x/hari, panas, T = 120/70 mmHg, S = 37 C
A : Masalah teratasi sebagian
P : lanjutkan intervensi 1-5
S : Klien mengatakan diare
sudah jarang dan klien sudah tidak panas
O : keluhan utama hilang, diare
cair tapi berampas, frekuensi 1-2 x/hari, panas hilang, T=120/80 mmHg, S=36,5
C
A : Masalah teratasi
P :
Intervensi dihentikan
|