About Me

Foto saya
Nama : Jenny Apriani Ttl : 15 04 1997 alamat : jl. papanggo 1 B no. 28 Mahasiswa Akademik Keperawatan Harum Jakarta Utara
Diberdayakan oleh Blogger.

Followers

Kamis, 24 November 2016

BAB I
PENDAHULUAN

1.1  Latar Belakang
Air memiliki manfaat penting bagi kesehatan seperti meningkatkan kemampuan kognitif, pencegahan batu dan infeksi kandung kemih hingga mencegah obesitas. Cegah gangguan kesehatan dengan minum air yang cukup. Air adalah komponen terbesar didalam tubuh manusia. Kandungannya berfariasi sesuai usia, misalnya pada bayi terdapat 80% air, pada orang dewasa sebesar 60% dan pada usia lanjut sebesar 50%. Jumlah cairan tubuh manusia selalu diatur tepat, cairan tubuh total sama dengan 36liter. Didalam sel : 24 liter , diluar sel : 12 liter air interstisial : 8 liter. Kita semua pasti tau dan sadar bahwa air adalah urat nadi kehiupan manusia. Semua sistem dalam tubuh bergantung pada air. Bahkan lebih baik kekurangan makanan dari pada kekurangan air. Kurangnya air dalam tubuh dapat menyebabkan dehidrasi. Dehidrasi sendiri terjadi saat air dalam tubuh tidak mencukupi untuk melakukan fungsi kerja tubub secara normal. Kekurangan volume cairan terjadi jika air dan elektrolit hilang pada proposi yang sama ketika mereka berada dalam cairan tubuh normal sehingga rasio elektrolit serum terhadap air tetap sama.

Dehidrasi adalah berkurangnya cairan tubuh total, dapat berupa hilangnya air lebih banyak dari natrium (dehidrasi hipertonik), atau hilangnya air dan natrium dalam jumlah yang sama (dehidrasi isotonic), atau hilangnya natrium lebih banyak daripada air (dehidrasi hipotonik).







1.2  Tujuan
Adapun tujuan yang diharapkan penulis dalam pembuatan makalah ini adalah khususnya untuk mengetahui permasalahan mengenai dehidrasi bagi para pembaca dan untuk memenuhi tugas patofisiologi yang diberikan.

1.3  Rumusan Masalah
1.      Pengertian dehidrasi
2.      Penyebab dehidrasi
3.      Gejala dan tanda dehidrasi
4.      Macam-macam dehidrasi
5.      Cara mengatasi dan mengobati dehidrasi
6.      Pencegahan dehidrasi
7.      klasifikasi












BAB II
PEMBAHASAN

2.1  Pengertian Dehidrasi
Dehidrasi adalah gangguan dalam keseimbangan cairan atau air dalam tubuh. Jika air yang keluar dari tubuh begitu banyaknya (seperti yang terjadi pada kondisi panas atau akibat demam, yang disertai dengan muntah dan atau diare) dan kehilangan tersebut tidak diganti, dehidrasi dapat terjadi. Pada situasi semacam itu, cairan ekstraselular akan hilang dan secara konstan akan diganti oleh air yang berada dalam sel, yang akan mengganggu kerja normal sel tersebut. Kondisi tersebut dapat dengan cepat berakibat fatal jika tidak segera diperbaiki.

Dehidrasi adalah berkurangnya cairan tubuh total, dapat berupa hilangnya air lebih banyak dari natrium (dehidrasi hipertonik), atau hilangnya air dan natrium dalam jumlah yang sama (dehidrasi isotonic), atau hilangnya natrium lebih banyak daripada air (dehidrasi hipotonik).

2.2  Macam-Macam Dehidrasi
1.      Dehidrasi Hipertonik
Pada kondisi semacam ini, air tubuh lebih cepat hilang dari pada elektrolit, sehingga volume cairan tubuh akan berkurang. Efeknya adalah bahwa cairan tubuh menjadi hipertoonik terhadap status normalnya- konsentrasi garam lebihh tinggi daripada yang seharusnya karena kadar air yang rendah. Kondisi tersebut terbentuk akibat penyebab yang disebutkan diatas, terutama akibat diare kronis pada bayi.
Dengan demikian, perlu kiranya kehilangan semacam itu diperbaiki dengan penambah asupan air. Ramuan rumah seperti susu skim rebus justru membahayakan karena zat tersebut hanya membuat keadaan bertambah parah. Pada susu skim, kadar natriumnya yang sangat tinggi cenderung menyebabkan semakin banyaknya air yang hilang melalui usus.

2.      Dehidrasi Isotonik
Dehidrasi isotonik merupakan bentuk penipisan cairan yang paling lazim kondisi ini melibatkan kehilangan cairan tanpa disertai perubahan yang berarti pada konsentrasi elektrolit.Karena elektrolit juga hilang bersama cairan yang keluar. Dehidrasi isotonik dapat terjadi akibat hemoragi, kehilangan cairan akibat luka bakar yang serius, muntah atau diare yang parah, dan sebagainya. Mekanisme hemeostasis cenderung dengan cepat mengembalikan kehilangan tersebut dengan memulihkan tekanan darah dan memindahklan cairan dari jaringan menuju darah untuk menyeimbangkan penipisan volume darah yang terjadi.

3.      Dehidrasi Hipotonik
Pada dehidrasi hipotonik volume cairan tubuh dan konsentrasi elektrolit menipis, tetapi kehilangan elektrolit lebih besar. Sebenarnya kehilangan ion natrium secara berlebih itu yang justru menjadi faktor penentu perubahan osmolaritas ekstraselular. Muntah yang terus menerus dan ketidak mampuan untuk minum seringkali mengakibatkan penipisan ion seperti klorida dan hidrogen karena cairan lambung tertelan kembali. Diare berat juga menjadi penyebab lain kehilangan air natrium.

2.3  Penyebab Dehidrasi
1.      Kekurangan air
2.      Penyakit-penyakit yang menyebabkan penderita tidak dapat menelan
3.      Penyakit-penyakit yang dapat menyebabkan penderita tidak sadar
4.      Penyakit-penyakit yang menyebabkan muntah dan berak-berak
5.      Penyakit-penyakit yang menyebabkan poliura (banyak kencing)
6.      Penyakit-penyakit yang meyebabkan banyak keluar keringat (panas)
7.      Penderita dengan luka bakar
8.      Penyakit yang menyebabkan pengeluaran darah (pendarahan banyak)
9.      Syok
2.4  Gejala-Gejala Dehidrasi
1.      Perasaan haus, mulut kering, bibir pecah-pecah, lidah kering, terasa tebal, mata cekung, tugor kulit kurang, selaput lendir kering
2.      Mata cekung, pipi cekung, berkeringat
3.      Oligoria (kencing sedikit), konsentrasi urin pekat juga darah.
4.      Perasaan lelah yang berlebih-lebihan
5.      Suhu badan naik
6.      Gangguan susunan syaraf
7.      Berat badan menurun

2.5  Cara Mengatasi dan Mengobati Dehidrasi
Dehidrasi dapat terjadi kapan saja dan dimana saja. Dehidrasi sangat mudah dikenali saat awal kejadian sehingga makin cepat dilakukan koreksi maka akan semakin baik hasil yang didapatkan. Beberapa langkah yang dapat dilakukan untuk mencegah terjadinya dehidrasi antara lain:
1.      Penderita diare dan muntah-muntah dapat diberikan pengobatan awal untuk mencegah kehilangan cairan lebih lanjut. Obat-obatan ini terutama untuk mengurangi gejala yang terjadi.
2.      Obat penurun panas dapat diberikan untuk penurun suhu tubuh
3.      Penderita diberikan minum sebanyak mungkin dengan cara bertahap namun frekuensinya ditingkatkan
Prinsip utama pengobatan dehidrasi adalah penggantian cairan. Penggantian cairan ini dapat berupa banyak minum, bila minum gagal maka dilakukan dimasukan cairan melalui infus. Tapi yang utama disini ialah penggantian cairan sedapat mungkin dari minuman. Keputusan menggunakan cairan infus sangat tergantung dari kondisi pasien berdasarkan pemeriksaan dokter. Keberhasilan pengamanan dehidrasi dapat dilihat dari produksi kencing. Penggunaan obat-obatan diperlukan untuk mengobati penyakit-penyakit yang merupakan penyebab dari dehidrasi seperti diare, muntah dan lain-lain.

2.6  Pencegahan Dehidrasi
Dehidrasi dapat dicegah dengan melakukan beberapa upaya berikut :
1.      Lingkungan
Dehidrasi yang disebabkan oleh faktor lingkungan sangat penting untuk dilakukan pencegahan. Jika kemungkinan, aturlah jadwal kegiatan atau aktivitas fisik yang sesuai dengan kondisi lingkungan. Jangan melakukan aktifitas berlebihan pada siang hari.

2.      Olahraga
Orang yang berolahraga pada kondisi cuaca yang panas harus minum lebih banyak cairan.

3.      Umur
Umur muda dan tua sama beresikonya untuk mengalami dehidrasi.
Dehidrasi bukan kondisi yang tidak dapat dicegah namun bila terjadi dan tertangani dengan baik maka kondisi yang tidak diinginkan bisa dihindari. Dehidrasi kerap kali menyebabkan kulit menjadi tipis dan lebih cepat kehilahatan berkerut. Bebrapa cara yang dapat dilakukan untuk mencegah dehidrasi pada kulit, yaitu dengan minum banyak cairan, normalnya disarankan untuk mengkonsumsi paling sedikit 18 cairan sehari, minum minuman berenergi dapat mendorong orang-orang aktif, lebih banyak minum cairan karna kandungan rasa dan sodium tinggi didalamnya, hindari minuman berkafein dan yang mengandung alkohol, keduanya sama-sama dapat menyebabkan dehidrasi, hindari minuman yang mengandung karobanat karna pembakaran bisa menyebabkan penggelembungan atau perasaan penuh dan mencegah pemenuhan konsumsi cairan.

2.7  Klasifikasi
Berdasarkan klasifikasi dehidrasi WHO, maka dehidrasi dibagi tiga menjadi dehidrasi ringan, sedang, berat :
1.      Dehidrasi ringan (jika penurunan cairan tubuh 5% dari berat badan ) gejala :
1)      Muka memerah
2)      Rasa sangat haus
3)      Kulit kering pecah-pecah
4)      Volume urin berkurang dengan warna lebih gelap
5)      Pusing dan lemah
6)      Kram otot terutama kaki dan tangan
7)      Kelenjar air mata berkurang
8)      Sering mengantuk
2.      Dehidrasi sedang (jika penurunan cairan tubuh antara 5-10 % dari berat badan ) gejala :
1)      Gelisah, cengeng
2)      Kehausan
3)      Mata cekung
4)      Kulit keriput
5)      Tekanan darah menurun
6)      Pingsan
7)      Kontraksi kuat pada otot
8)      Kejang
9)      Kembung
10)  Gagal jantung
11)  Ubun-ubun cekung
12)  Denyut nadi cepat dan lemah







BAB III
PENUTUP

3.1  Kesimpulan
Penyebab dehidrasi yang lebih sering terjadi karena disebabkan oleh hilangnya natrium dan air dari daerah yang terdapat tekanan osmotik yang rendah dan penggeseran air kedalam sel, apabila larutann NACL isotonik banyak terbuang volume ekstraseluler dan intraseluler kecil, darah menjadi pekat dan hampir tidak dapat mengalir. Sel tubuh akan digenangi oleh cairan yang mengandung oksigen dan bahan makanan yang tidak mencukupi pada dehidraqsi yang murni akibat kehilangan air, pengobatannya ialah minum air atau infus glukosa 5%, intrafena secukupunya, glukosa 5% atau air lebing biasa akan juga diserap dari rektum. Pada dehidrasi yang primer sebagai akibat kehilangan natrium, perlu diberikan air garam fisrologik secukupnya, kalau terjadi serebal yang berat, larutan nacl hipertonik perlu diberikan.

3.2  Saran
Anjurkan minum 15 menit sekali pada seseorang yang bersiko mengalami dehidrasi. Agar dehidrasi tidak berujung pada kematian maka perawat harus mengukur balance cairan, agar output tidak melebihi input. Kaji tingkat kesadaran.








DAFTAR PUSTAKA

Syamsunir Adam. Dasar-Dasar Patologi, 1993, Jakarta: EGC.
Laurie Cree, Sandra Rischmiller. Sains Dalam Keperawatan: Fisika, kimia, biologi. 2005, Jakarta:EGC.
Tambayong, Jan. Patofisiologi untuk Keperawatan. 2000, Jakarta: EGC
BAB I
PENDAHULUAN

1.1  Latar Belakang
Air memiliki manfaat penting bagi kesehatan seperti meningkatkan kemampuan kognitif, pencegahan batu dan infeksi kandung kemih hingga mencegah obesitas. Cegah gangguan kesehatan dengan minum air yang cukup. Air adalah komponen terbesar didalam tubuh manusia. Kandungannya berfariasi sesuai usia, misalnya pada bayi terdapat 80% air, pada orang dewasa sebesar 60% dan pada usia lanjut sebesar 50%. Jumlah cairan tubuh manusia selalu diatur tepat, cairan tubuh total sama dengan 36liter. Didalam sel : 24 liter , diluar sel : 12 liter air interstisial : 8 liter. Kita semua pasti tau dan sadar bahwa air adalah urat nadi kehiupan manusia. Semua sistem dalam tubuh bergantung pada air. Bahkan lebih baik kekurangan makanan dari pada kekurangan air. Kurangnya air dalam tubuh dapat menyebabkan dehidrasi. Dehidrasi sendiri terjadi saat air dalam tubuh tidak mencukupi untuk melakukan fungsi kerja tubub secara normal. Kekurangan volume cairan terjadi jika air dan elektrolit hilang pada proposi yang sama ketika mereka berada dalam cairan tubuh normal sehingga rasio elektrolit serum terhadap air tetap sama.

Dehidrasi adalah berkurangnya cairan tubuh total, dapat berupa hilangnya air lebih banyak dari natrium (dehidrasi hipertonik), atau hilangnya air dan natrium dalam jumlah yang sama (dehidrasi isotonic), atau hilangnya natrium lebih banyak daripada air (dehidrasi hipotonik).







1.2  Tujuan
Adapun tujuan yang diharapkan penulis dalam pembuatan makalah ini adalah khususnya untuk mengetahui permasalahan mengenai dehidrasi bagi para pembaca dan untuk memenuhi tugas patofisiologi yang diberikan.

1.3  Rumusan Masalah
1.      Pengertian dehidrasi
2.      Penyebab dehidrasi
3.      Gejala dan tanda dehidrasi
4.      Macam-macam dehidrasi
5.      Cara mengatasi dan mengobati dehidrasi
6.      Pencegahan dehidrasi
7.      klasifikasi












BAB II
PEMBAHASAN

2.1  Pengertian Dehidrasi
Dehidrasi adalah gangguan dalam keseimbangan cairan atau air dalam tubuh. Jika air yang keluar dari tubuh begitu banyaknya (seperti yang terjadi pada kondisi panas atau akibat demam, yang disertai dengan muntah dan atau diare) dan kehilangan tersebut tidak diganti, dehidrasi dapat terjadi. Pada situasi semacam itu, cairan ekstraselular akan hilang dan secara konstan akan diganti oleh air yang berada dalam sel, yang akan mengganggu kerja normal sel tersebut. Kondisi tersebut dapat dengan cepat berakibat fatal jika tidak segera diperbaiki.

Dehidrasi adalah berkurangnya cairan tubuh total, dapat berupa hilangnya air lebih banyak dari natrium (dehidrasi hipertonik), atau hilangnya air dan natrium dalam jumlah yang sama (dehidrasi isotonic), atau hilangnya natrium lebih banyak daripada air (dehidrasi hipotonik).

2.2  Macam-Macam Dehidrasi
1.      Dehidrasi Hipertonik
Pada kondisi semacam ini, air tubuh lebih cepat hilang dari pada elektrolit, sehingga volume cairan tubuh akan berkurang. Efeknya adalah bahwa cairan tubuh menjadi hipertoonik terhadap status normalnya- konsentrasi garam lebihh tinggi daripada yang seharusnya karena kadar air yang rendah. Kondisi tersebut terbentuk akibat penyebab yang disebutkan diatas, terutama akibat diare kronis pada bayi.
Dengan demikian, perlu kiranya kehilangan semacam itu diperbaiki dengan penambah asupan air. Ramuan rumah seperti susu skim rebus justru membahayakan karena zat tersebut hanya membuat keadaan bertambah parah. Pada susu skim, kadar natriumnya yang sangat tinggi cenderung menyebabkan semakin banyaknya air yang hilang melalui usus.

2.      Dehidrasi Isotonik
Dehidrasi isotonik merupakan bentuk penipisan cairan yang paling lazim kondisi ini melibatkan kehilangan cairan tanpa disertai perubahan yang berarti pada konsentrasi elektrolit.Karena elektrolit juga hilang bersama cairan yang keluar. Dehidrasi isotonik dapat terjadi akibat hemoragi, kehilangan cairan akibat luka bakar yang serius, muntah atau diare yang parah, dan sebagainya. Mekanisme hemeostasis cenderung dengan cepat mengembalikan kehilangan tersebut dengan memulihkan tekanan darah dan memindahklan cairan dari jaringan menuju darah untuk menyeimbangkan penipisan volume darah yang terjadi.

3.      Dehidrasi Hipotonik
Pada dehidrasi hipotonik volume cairan tubuh dan konsentrasi elektrolit menipis, tetapi kehilangan elektrolit lebih besar. Sebenarnya kehilangan ion natrium secara berlebih itu yang justru menjadi faktor penentu perubahan osmolaritas ekstraselular. Muntah yang terus menerus dan ketidak mampuan untuk minum seringkali mengakibatkan penipisan ion seperti klorida dan hidrogen karena cairan lambung tertelan kembali. Diare berat juga menjadi penyebab lain kehilangan air natrium.

2.3  Penyebab Dehidrasi
1.      Kekurangan air
2.      Penyakit-penyakit yang menyebabkan penderita tidak dapat menelan
3.      Penyakit-penyakit yang dapat menyebabkan penderita tidak sadar
4.      Penyakit-penyakit yang menyebabkan muntah dan berak-berak
5.      Penyakit-penyakit yang menyebabkan poliura (banyak kencing)
6.      Penyakit-penyakit yang meyebabkan banyak keluar keringat (panas)
7.      Penderita dengan luka bakar
8.      Penyakit yang menyebabkan pengeluaran darah (pendarahan banyak)
9.      Syok
2.4  Gejala-Gejala Dehidrasi
1.      Perasaan haus, mulut kering, bibir pecah-pecah, lidah kering, terasa tebal, mata cekung, tugor kulit kurang, selaput lendir kering
2.      Mata cekung, pipi cekung, berkeringat
3.      Oligoria (kencing sedikit), konsentrasi urin pekat juga darah.
4.      Perasaan lelah yang berlebih-lebihan
5.      Suhu badan naik
6.      Gangguan susunan syaraf
7.      Berat badan menurun

2.5  Cara Mengatasi dan Mengobati Dehidrasi
Dehidrasi dapat terjadi kapan saja dan dimana saja. Dehidrasi sangat mudah dikenali saat awal kejadian sehingga makin cepat dilakukan koreksi maka akan semakin baik hasil yang didapatkan. Beberapa langkah yang dapat dilakukan untuk mencegah terjadinya dehidrasi antara lain:
1.      Penderita diare dan muntah-muntah dapat diberikan pengobatan awal untuk mencegah kehilangan cairan lebih lanjut. Obat-obatan ini terutama untuk mengurangi gejala yang terjadi.
2.      Obat penurun panas dapat diberikan untuk penurun suhu tubuh
3.      Penderita diberikan minum sebanyak mungkin dengan cara bertahap namun frekuensinya ditingkatkan
Prinsip utama pengobatan dehidrasi adalah penggantian cairan. Penggantian cairan ini dapat berupa banyak minum, bila minum gagal maka dilakukan dimasukan cairan melalui infus. Tapi yang utama disini ialah penggantian cairan sedapat mungkin dari minuman. Keputusan menggunakan cairan infus sangat tergantung dari kondisi pasien berdasarkan pemeriksaan dokter. Keberhasilan pengamanan dehidrasi dapat dilihat dari produksi kencing. Penggunaan obat-obatan diperlukan untuk mengobati penyakit-penyakit yang merupakan penyebab dari dehidrasi seperti diare, muntah dan lain-lain.

2.6  Pencegahan Dehidrasi
Dehidrasi dapat dicegah dengan melakukan beberapa upaya berikut :
1.      Lingkungan
Dehidrasi yang disebabkan oleh faktor lingkungan sangat penting untuk dilakukan pencegahan. Jika kemungkinan, aturlah jadwal kegiatan atau aktivitas fisik yang sesuai dengan kondisi lingkungan. Jangan melakukan aktifitas berlebihan pada siang hari.

2.      Olahraga
Orang yang berolahraga pada kondisi cuaca yang panas harus minum lebih banyak cairan.

3.      Umur
Umur muda dan tua sama beresikonya untuk mengalami dehidrasi.
Dehidrasi bukan kondisi yang tidak dapat dicegah namun bila terjadi dan tertangani dengan baik maka kondisi yang tidak diinginkan bisa dihindari. Dehidrasi kerap kali menyebabkan kulit menjadi tipis dan lebih cepat kehilahatan berkerut. Bebrapa cara yang dapat dilakukan untuk mencegah dehidrasi pada kulit, yaitu dengan minum banyak cairan, normalnya disarankan untuk mengkonsumsi paling sedikit 18 cairan sehari, minum minuman berenergi dapat mendorong orang-orang aktif, lebih banyak minum cairan karna kandungan rasa dan sodium tinggi didalamnya, hindari minuman berkafein dan yang mengandung alkohol, keduanya sama-sama dapat menyebabkan dehidrasi, hindari minuman yang mengandung karobanat karna pembakaran bisa menyebabkan penggelembungan atau perasaan penuh dan mencegah pemenuhan konsumsi cairan.

2.7  Klasifikasi
Berdasarkan klasifikasi dehidrasi WHO, maka dehidrasi dibagi tiga menjadi dehidrasi ringan, sedang, berat :
1.      Dehidrasi ringan (jika penurunan cairan tubuh 5% dari berat badan ) gejala :
1)      Muka memerah
2)      Rasa sangat haus
3)      Kulit kering pecah-pecah
4)      Volume urin berkurang dengan warna lebih gelap
5)      Pusing dan lemah
6)      Kram otot terutama kaki dan tangan
7)      Kelenjar air mata berkurang
8)      Sering mengantuk
2.      Dehidrasi sedang (jika penurunan cairan tubuh antara 5-10 % dari berat badan ) gejala :
1)      Gelisah, cengeng
2)      Kehausan
3)      Mata cekung
4)      Kulit keriput
5)      Tekanan darah menurun
6)      Pingsan
7)      Kontraksi kuat pada otot
8)      Kejang
9)      Kembung
10)  Gagal jantung
11)  Ubun-ubun cekung
12)  Denyut nadi cepat dan lemah







BAB III
PENUTUP

3.1  Kesimpulan
Penyebab dehidrasi yang lebih sering terjadi karena disebabkan oleh hilangnya natrium dan air dari daerah yang terdapat tekanan osmotik yang rendah dan penggeseran air kedalam sel, apabila larutann NACL isotonik banyak terbuang volume ekstraseluler dan intraseluler kecil, darah menjadi pekat dan hampir tidak dapat mengalir. Sel tubuh akan digenangi oleh cairan yang mengandung oksigen dan bahan makanan yang tidak mencukupi pada dehidraqsi yang murni akibat kehilangan air, pengobatannya ialah minum air atau infus glukosa 5%, intrafena secukupunya, glukosa 5% atau air lebing biasa akan juga diserap dari rektum. Pada dehidrasi yang primer sebagai akibat kehilangan natrium, perlu diberikan air garam fisrologik secukupnya, kalau terjadi serebal yang berat, larutan nacl hipertonik perlu diberikan.

3.2  Saran
Anjurkan minum 15 menit sekali pada seseorang yang bersiko mengalami dehidrasi. Agar dehidrasi tidak berujung pada kematian maka perawat harus mengukur balance cairan, agar output tidak melebihi input. Kaji tingkat kesadaran.








DAFTAR PUSTAKA

Syamsunir Adam. Dasar-Dasar Patologi, 1993, Jakarta: EGC.
Laurie Cree, Sandra Rischmiller. Sains Dalam Keperawatan: Fisika, kimia, biologi. 2005, Jakarta:EGC.
Tambayong, Jan. Patofisiologi untuk Keperawatan. 2000, Jakarta: EGC

0 komentar:

Posting Komentar