BAB I
PENDAHULUAN
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Air memiliki manfaat
penting bagi kesehatan seperti meningkatkan kemampuan kognitif, pencegahan batu
dan infeksi kandung kemih hingga mencegah obesitas. Cegah gangguan kesehatan
dengan minum air yang cukup. Air adalah komponen terbesar didalam tubuh
manusia. Kandungannya berfariasi sesuai usia, misalnya pada bayi terdapat 80%
air, pada orang dewasa sebesar 60% dan pada usia lanjut sebesar 50%. Jumlah
cairan tubuh manusia selalu diatur tepat, cairan tubuh total sama dengan
36liter. Didalam sel : 24 liter , diluar sel : 12 liter air interstisial : 8
liter. Kita semua pasti tau dan sadar bahwa air adalah urat nadi kehiupan
manusia. Semua sistem dalam tubuh bergantung pada air. Bahkan lebih baik
kekurangan makanan dari pada kekurangan air. Kurangnya air dalam tubuh dapat
menyebabkan dehidrasi. Dehidrasi sendiri terjadi saat air dalam tubuh tidak
mencukupi untuk melakukan fungsi kerja tubub secara normal. Kekurangan volume cairan terjadi jika air dan
elektrolit hilang pada proposi yang sama ketika mereka berada dalam cairan
tubuh normal sehingga rasio elektrolit serum terhadap air tetap sama.
Dehidrasi adalah berkurangnya cairan tubuh total, dapat berupa hilangnya
air lebih banyak dari natrium (dehidrasi hipertonik), atau hilangnya air dan
natrium dalam jumlah yang sama (dehidrasi isotonic), atau hilangnya natrium
lebih banyak daripada air (dehidrasi hipotonik).
1.2 Tujuan
Adapun tujuan yang
diharapkan penulis dalam pembuatan makalah ini adalah khususnya untuk
mengetahui permasalahan mengenai dehidrasi bagi para pembaca dan untuk memenuhi
tugas patofisiologi yang diberikan.
1.3 Rumusan Masalah
1. Pengertian
dehidrasi
2. Penyebab
dehidrasi
3. Gejala
dan tanda dehidrasi
4. Macam-macam
dehidrasi
5. Cara
mengatasi dan mengobati dehidrasi
6. Pencegahan
dehidrasi
7. klasifikasi
BAB II
PEMBAHASAN
PEMBAHASAN
2.1 Pengertian Dehidrasi
Dehidrasi
adalah gangguan dalam keseimbangan cairan atau air dalam tubuh. Jika air yang
keluar dari tubuh begitu banyaknya (seperti yang terjadi pada kondisi panas
atau akibat demam, yang disertai dengan muntah dan atau diare) dan kehilangan
tersebut tidak diganti, dehidrasi dapat terjadi. Pada situasi semacam itu,
cairan ekstraselular akan hilang dan secara konstan akan diganti oleh air yang
berada dalam sel, yang akan mengganggu kerja normal sel tersebut. Kondisi
tersebut dapat dengan cepat berakibat fatal jika tidak segera diperbaiki.
Dehidrasi adalah berkurangnya cairan tubuh total,
dapat berupa hilangnya air lebih banyak dari natrium (dehidrasi hipertonik),
atau hilangnya air dan natrium dalam jumlah yang sama (dehidrasi isotonic),
atau hilangnya natrium lebih banyak daripada air (dehidrasi hipotonik).
2.2 Macam-Macam Dehidrasi
1.
Dehidrasi
Hipertonik
Pada kondisi semacam
ini, air tubuh lebih cepat hilang dari pada elektrolit, sehingga volume cairan
tubuh akan berkurang. Efeknya adalah bahwa cairan tubuh menjadi hipertoonik
terhadap status normalnya- konsentrasi garam lebihh tinggi daripada yang
seharusnya karena kadar air yang rendah. Kondisi tersebut terbentuk akibat penyebab
yang disebutkan diatas, terutama akibat diare kronis pada bayi.
Dengan demikian, perlu
kiranya kehilangan semacam itu diperbaiki dengan penambah asupan air. Ramuan
rumah seperti susu skim rebus justru membahayakan karena zat tersebut hanya
membuat keadaan bertambah parah. Pada susu skim, kadar natriumnya yang sangat
tinggi cenderung menyebabkan semakin banyaknya air yang hilang melalui usus.
2.
Dehidrasi
Isotonik
Dehidrasi
isotonik merupakan bentuk penipisan cairan yang paling lazim kondisi ini
melibatkan kehilangan cairan tanpa disertai perubahan yang berarti pada
konsentrasi elektrolit.Karena
elektrolit juga hilang bersama cairan yang keluar. Dehidrasi isotonik dapat
terjadi akibat hemoragi, kehilangan cairan akibat luka bakar yang serius,
muntah atau diare yang parah, dan sebagainya. Mekanisme hemeostasis cenderung
dengan cepat mengembalikan kehilangan tersebut dengan memulihkan tekanan darah
dan memindahklan cairan dari jaringan menuju darah untuk menyeimbangkan
penipisan volume darah yang terjadi.
3.
Dehidrasi
Hipotonik
Pada dehidrasi
hipotonik volume cairan tubuh dan konsentrasi elektrolit menipis, tetapi
kehilangan elektrolit lebih besar. Sebenarnya kehilangan ion natrium secara
berlebih itu yang justru menjadi faktor penentu perubahan osmolaritas
ekstraselular. Muntah yang terus menerus dan ketidak mampuan untuk minum
seringkali mengakibatkan penipisan ion seperti klorida dan hidrogen karena
cairan lambung tertelan kembali. Diare berat juga menjadi penyebab lain
kehilangan air natrium.
2.3 Penyebab Dehidrasi
1. Kekurangan
air
2. Penyakit-penyakit
yang menyebabkan penderita tidak dapat menelan
3. Penyakit-penyakit
yang dapat menyebabkan penderita tidak sadar
4. Penyakit-penyakit
yang menyebabkan muntah dan berak-berak
5. Penyakit-penyakit
yang menyebabkan poliura (banyak kencing)
6. Penyakit-penyakit
yang meyebabkan banyak keluar keringat (panas)
7. Penderita
dengan luka bakar
8. Penyakit
yang menyebabkan pengeluaran darah (pendarahan banyak)
9. Syok
2.4 Gejala-Gejala Dehidrasi
1. Perasaan
haus, mulut kering, bibir pecah-pecah, lidah kering, terasa tebal, mata cekung,
tugor kulit kurang, selaput lendir kering
2. Mata
cekung, pipi cekung, berkeringat
3. Oligoria
(kencing sedikit), konsentrasi urin pekat juga darah.
4. Perasaan
lelah yang berlebih-lebihan
5. Suhu
badan naik
6. Gangguan
susunan syaraf
7. Berat
badan menurun
2.5 Cara Mengatasi dan Mengobati
Dehidrasi
Dehidrasi
dapat terjadi kapan saja dan dimana saja. Dehidrasi sangat mudah dikenali saat
awal kejadian sehingga makin cepat dilakukan koreksi maka akan semakin baik
hasil yang didapatkan. Beberapa langkah yang dapat dilakukan untuk mencegah
terjadinya dehidrasi antara lain:
1. Penderita
diare dan muntah-muntah dapat diberikan pengobatan awal untuk mencegah
kehilangan cairan lebih lanjut. Obat-obatan ini terutama untuk mengurangi
gejala yang terjadi.
2. Obat
penurun panas dapat diberikan untuk penurun suhu tubuh
3. Penderita
diberikan minum sebanyak mungkin dengan cara bertahap namun frekuensinya
ditingkatkan
Prinsip
utama pengobatan dehidrasi adalah penggantian cairan. Penggantian cairan ini
dapat berupa banyak minum, bila minum gagal maka dilakukan dimasukan cairan
melalui infus. Tapi yang utama disini ialah penggantian cairan sedapat mungkin
dari minuman. Keputusan menggunakan cairan infus sangat tergantung dari kondisi
pasien berdasarkan pemeriksaan dokter. Keberhasilan pengamanan dehidrasi dapat
dilihat dari produksi kencing. Penggunaan obat-obatan diperlukan untuk
mengobati penyakit-penyakit yang merupakan penyebab dari dehidrasi seperti
diare, muntah dan lain-lain.
2.6 Pencegahan Dehidrasi
Dehidrasi
dapat dicegah dengan melakukan beberapa upaya berikut :
1.
Lingkungan
Dehidrasi yang disebabkan
oleh faktor lingkungan sangat penting untuk dilakukan pencegahan. Jika
kemungkinan, aturlah jadwal kegiatan atau aktivitas fisik yang sesuai dengan
kondisi lingkungan. Jangan melakukan aktifitas berlebihan pada siang hari.
2.
Olahraga
Orang yang berolahraga
pada kondisi cuaca yang panas harus minum lebih banyak cairan.
3.
Umur
Umur muda dan tua sama
beresikonya untuk mengalami dehidrasi.
Dehidrasi bukan kondisi
yang tidak dapat dicegah namun bila terjadi dan tertangani dengan baik maka
kondisi yang tidak diinginkan bisa dihindari. Dehidrasi kerap kali menyebabkan
kulit menjadi tipis dan lebih cepat kehilahatan berkerut. Bebrapa cara yang
dapat dilakukan untuk mencegah dehidrasi pada kulit, yaitu dengan minum banyak
cairan, normalnya disarankan untuk mengkonsumsi paling sedikit 18 cairan
sehari, minum minuman berenergi dapat mendorong orang-orang aktif, lebih banyak
minum cairan karna kandungan rasa dan sodium tinggi didalamnya, hindari minuman
berkafein dan yang mengandung alkohol, keduanya sama-sama dapat menyebabkan
dehidrasi, hindari minuman yang mengandung karobanat karna pembakaran bisa
menyebabkan penggelembungan atau perasaan penuh dan mencegah pemenuhan konsumsi
cairan.
2.7 Klasifikasi
Berdasarkan klasifikasi dehidrasi WHO, maka dehidrasi dibagi
tiga menjadi dehidrasi ringan, sedang, berat :
1.
Dehidrasi
ringan (jika penurunan cairan tubuh 5% dari berat badan ) gejala :
1)
Muka
memerah
2)
Rasa
sangat haus
3)
Kulit
kering pecah-pecah
4)
Volume
urin berkurang dengan warna lebih gelap
5)
Pusing
dan lemah
6)
Kram
otot terutama kaki dan tangan
7)
Kelenjar
air mata berkurang
8)
Sering
mengantuk
2.
Dehidrasi
sedang (jika penurunan cairan tubuh antara 5-10 % dari berat badan ) gejala :
1)
Gelisah,
cengeng
2)
Kehausan
3)
Mata
cekung
4)
Kulit
keriput
5)
Tekanan
darah menurun
6)
Pingsan
7)
Kontraksi
kuat pada otot
8)
Kejang
9)
Kembung
10) Gagal jantung
11) Ubun-ubun cekung
12) Denyut nadi cepat dan lemah
BAB III
PENUTUP
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Penyebab dehidrasi yang lebih sering terjadi karena disebabkan oleh hilangnya natrium dan air dari daerah yang terdapat tekanan osmotik yang rendah dan penggeseran air kedalam sel, apabila larutann NACL isotonik banyak terbuang volume ekstraseluler dan intraseluler kecil, darah menjadi pekat dan hampir tidak dapat mengalir. Sel tubuh akan digenangi oleh cairan yang mengandung oksigen dan bahan makanan yang tidak mencukupi pada dehidraqsi yang murni akibat kehilangan air, pengobatannya ialah minum air atau infus glukosa 5%, intrafena secukupunya, glukosa 5% atau air lebing biasa akan juga diserap dari rektum. Pada dehidrasi yang primer sebagai akibat kehilangan natrium, perlu diberikan air garam fisrologik secukupnya, kalau terjadi serebal yang berat, larutan nacl hipertonik perlu diberikan.
Penyebab dehidrasi yang lebih sering terjadi karena disebabkan oleh hilangnya natrium dan air dari daerah yang terdapat tekanan osmotik yang rendah dan penggeseran air kedalam sel, apabila larutann NACL isotonik banyak terbuang volume ekstraseluler dan intraseluler kecil, darah menjadi pekat dan hampir tidak dapat mengalir. Sel tubuh akan digenangi oleh cairan yang mengandung oksigen dan bahan makanan yang tidak mencukupi pada dehidraqsi yang murni akibat kehilangan air, pengobatannya ialah minum air atau infus glukosa 5%, intrafena secukupunya, glukosa 5% atau air lebing biasa akan juga diserap dari rektum. Pada dehidrasi yang primer sebagai akibat kehilangan natrium, perlu diberikan air garam fisrologik secukupnya, kalau terjadi serebal yang berat, larutan nacl hipertonik perlu diberikan.
3.2 Saran
Anjurkan minum 15 menit sekali pada seseorang yang bersiko mengalami dehidrasi. Agar dehidrasi tidak berujung pada kematian maka perawat harus mengukur balance cairan, agar output tidak melebihi input. Kaji tingkat kesadaran.
Anjurkan minum 15 menit sekali pada seseorang yang bersiko mengalami dehidrasi. Agar dehidrasi tidak berujung pada kematian maka perawat harus mengukur balance cairan, agar output tidak melebihi input. Kaji tingkat kesadaran.
DAFTAR PUSTAKA
Syamsunir
Adam. Dasar-Dasar Patologi, 1993, Jakarta: EGC.
Laurie
Cree, Sandra Rischmiller. Sains Dalam Keperawatan: Fisika, kimia, biologi.
2005, Jakarta:EGC.
Tambayong,
Jan. Patofisiologi untuk Keperawatan. 2000, Jakarta: EGC
BAB I
PENDAHULUAN
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Air memiliki manfaat
penting bagi kesehatan seperti meningkatkan kemampuan kognitif, pencegahan batu
dan infeksi kandung kemih hingga mencegah obesitas. Cegah gangguan kesehatan
dengan minum air yang cukup. Air adalah komponen terbesar didalam tubuh
manusia. Kandungannya berfariasi sesuai usia, misalnya pada bayi terdapat 80%
air, pada orang dewasa sebesar 60% dan pada usia lanjut sebesar 50%. Jumlah
cairan tubuh manusia selalu diatur tepat, cairan tubuh total sama dengan
36liter. Didalam sel : 24 liter , diluar sel : 12 liter air interstisial : 8
liter. Kita semua pasti tau dan sadar bahwa air adalah urat nadi kehiupan
manusia. Semua sistem dalam tubuh bergantung pada air. Bahkan lebih baik
kekurangan makanan dari pada kekurangan air. Kurangnya air dalam tubuh dapat
menyebabkan dehidrasi. Dehidrasi sendiri terjadi saat air dalam tubuh tidak
mencukupi untuk melakukan fungsi kerja tubub secara normal. Kekurangan volume cairan terjadi jika air dan
elektrolit hilang pada proposi yang sama ketika mereka berada dalam cairan
tubuh normal sehingga rasio elektrolit serum terhadap air tetap sama.
Dehidrasi adalah berkurangnya cairan tubuh total, dapat berupa hilangnya
air lebih banyak dari natrium (dehidrasi hipertonik), atau hilangnya air dan
natrium dalam jumlah yang sama (dehidrasi isotonic), atau hilangnya natrium
lebih banyak daripada air (dehidrasi hipotonik).
1.2 Tujuan
Adapun tujuan yang
diharapkan penulis dalam pembuatan makalah ini adalah khususnya untuk
mengetahui permasalahan mengenai dehidrasi bagi para pembaca dan untuk memenuhi
tugas patofisiologi yang diberikan.
1.3 Rumusan Masalah
1. Pengertian
dehidrasi
2. Penyebab
dehidrasi
3. Gejala
dan tanda dehidrasi
4. Macam-macam
dehidrasi
5. Cara
mengatasi dan mengobati dehidrasi
6. Pencegahan
dehidrasi
7. klasifikasi
BAB II
PEMBAHASAN
PEMBAHASAN
2.1 Pengertian Dehidrasi
Dehidrasi
adalah gangguan dalam keseimbangan cairan atau air dalam tubuh. Jika air yang
keluar dari tubuh begitu banyaknya (seperti yang terjadi pada kondisi panas
atau akibat demam, yang disertai dengan muntah dan atau diare) dan kehilangan
tersebut tidak diganti, dehidrasi dapat terjadi. Pada situasi semacam itu,
cairan ekstraselular akan hilang dan secara konstan akan diganti oleh air yang
berada dalam sel, yang akan mengganggu kerja normal sel tersebut. Kondisi
tersebut dapat dengan cepat berakibat fatal jika tidak segera diperbaiki.
Dehidrasi adalah berkurangnya cairan tubuh total,
dapat berupa hilangnya air lebih banyak dari natrium (dehidrasi hipertonik),
atau hilangnya air dan natrium dalam jumlah yang sama (dehidrasi isotonic),
atau hilangnya natrium lebih banyak daripada air (dehidrasi hipotonik).
2.2 Macam-Macam Dehidrasi
1.
Dehidrasi
Hipertonik
Pada kondisi semacam
ini, air tubuh lebih cepat hilang dari pada elektrolit, sehingga volume cairan
tubuh akan berkurang. Efeknya adalah bahwa cairan tubuh menjadi hipertoonik
terhadap status normalnya- konsentrasi garam lebihh tinggi daripada yang
seharusnya karena kadar air yang rendah. Kondisi tersebut terbentuk akibat penyebab
yang disebutkan diatas, terutama akibat diare kronis pada bayi.
Dengan demikian, perlu
kiranya kehilangan semacam itu diperbaiki dengan penambah asupan air. Ramuan
rumah seperti susu skim rebus justru membahayakan karena zat tersebut hanya
membuat keadaan bertambah parah. Pada susu skim, kadar natriumnya yang sangat
tinggi cenderung menyebabkan semakin banyaknya air yang hilang melalui usus.
2.
Dehidrasi
Isotonik
Dehidrasi
isotonik merupakan bentuk penipisan cairan yang paling lazim kondisi ini
melibatkan kehilangan cairan tanpa disertai perubahan yang berarti pada
konsentrasi elektrolit.Karena
elektrolit juga hilang bersama cairan yang keluar. Dehidrasi isotonik dapat
terjadi akibat hemoragi, kehilangan cairan akibat luka bakar yang serius,
muntah atau diare yang parah, dan sebagainya. Mekanisme hemeostasis cenderung
dengan cepat mengembalikan kehilangan tersebut dengan memulihkan tekanan darah
dan memindahklan cairan dari jaringan menuju darah untuk menyeimbangkan
penipisan volume darah yang terjadi.
3.
Dehidrasi
Hipotonik
Pada dehidrasi
hipotonik volume cairan tubuh dan konsentrasi elektrolit menipis, tetapi
kehilangan elektrolit lebih besar. Sebenarnya kehilangan ion natrium secara
berlebih itu yang justru menjadi faktor penentu perubahan osmolaritas
ekstraselular. Muntah yang terus menerus dan ketidak mampuan untuk minum
seringkali mengakibatkan penipisan ion seperti klorida dan hidrogen karena
cairan lambung tertelan kembali. Diare berat juga menjadi penyebab lain
kehilangan air natrium.
2.3 Penyebab Dehidrasi
1. Kekurangan
air
2. Penyakit-penyakit
yang menyebabkan penderita tidak dapat menelan
3. Penyakit-penyakit
yang dapat menyebabkan penderita tidak sadar
4. Penyakit-penyakit
yang menyebabkan muntah dan berak-berak
5. Penyakit-penyakit
yang menyebabkan poliura (banyak kencing)
6. Penyakit-penyakit
yang meyebabkan banyak keluar keringat (panas)
7. Penderita
dengan luka bakar
8. Penyakit
yang menyebabkan pengeluaran darah (pendarahan banyak)
9. Syok
2.4 Gejala-Gejala Dehidrasi
1. Perasaan
haus, mulut kering, bibir pecah-pecah, lidah kering, terasa tebal, mata cekung,
tugor kulit kurang, selaput lendir kering
2. Mata
cekung, pipi cekung, berkeringat
3. Oligoria
(kencing sedikit), konsentrasi urin pekat juga darah.
4. Perasaan
lelah yang berlebih-lebihan
5. Suhu
badan naik
6. Gangguan
susunan syaraf
7. Berat
badan menurun
2.5 Cara Mengatasi dan Mengobati
Dehidrasi
Dehidrasi
dapat terjadi kapan saja dan dimana saja. Dehidrasi sangat mudah dikenali saat
awal kejadian sehingga makin cepat dilakukan koreksi maka akan semakin baik
hasil yang didapatkan. Beberapa langkah yang dapat dilakukan untuk mencegah
terjadinya dehidrasi antara lain:
1. Penderita
diare dan muntah-muntah dapat diberikan pengobatan awal untuk mencegah
kehilangan cairan lebih lanjut. Obat-obatan ini terutama untuk mengurangi
gejala yang terjadi.
2. Obat
penurun panas dapat diberikan untuk penurun suhu tubuh
3. Penderita
diberikan minum sebanyak mungkin dengan cara bertahap namun frekuensinya
ditingkatkan
Prinsip
utama pengobatan dehidrasi adalah penggantian cairan. Penggantian cairan ini
dapat berupa banyak minum, bila minum gagal maka dilakukan dimasukan cairan
melalui infus. Tapi yang utama disini ialah penggantian cairan sedapat mungkin
dari minuman. Keputusan menggunakan cairan infus sangat tergantung dari kondisi
pasien berdasarkan pemeriksaan dokter. Keberhasilan pengamanan dehidrasi dapat
dilihat dari produksi kencing. Penggunaan obat-obatan diperlukan untuk
mengobati penyakit-penyakit yang merupakan penyebab dari dehidrasi seperti
diare, muntah dan lain-lain.
2.6 Pencegahan Dehidrasi
Dehidrasi
dapat dicegah dengan melakukan beberapa upaya berikut :
1.
Lingkungan
Dehidrasi yang disebabkan
oleh faktor lingkungan sangat penting untuk dilakukan pencegahan. Jika
kemungkinan, aturlah jadwal kegiatan atau aktivitas fisik yang sesuai dengan
kondisi lingkungan. Jangan melakukan aktifitas berlebihan pada siang hari.
2.
Olahraga
Orang yang berolahraga
pada kondisi cuaca yang panas harus minum lebih banyak cairan.
3.
Umur
Umur muda dan tua sama
beresikonya untuk mengalami dehidrasi.
Dehidrasi bukan kondisi
yang tidak dapat dicegah namun bila terjadi dan tertangani dengan baik maka
kondisi yang tidak diinginkan bisa dihindari. Dehidrasi kerap kali menyebabkan
kulit menjadi tipis dan lebih cepat kehilahatan berkerut. Bebrapa cara yang
dapat dilakukan untuk mencegah dehidrasi pada kulit, yaitu dengan minum banyak
cairan, normalnya disarankan untuk mengkonsumsi paling sedikit 18 cairan
sehari, minum minuman berenergi dapat mendorong orang-orang aktif, lebih banyak
minum cairan karna kandungan rasa dan sodium tinggi didalamnya, hindari minuman
berkafein dan yang mengandung alkohol, keduanya sama-sama dapat menyebabkan
dehidrasi, hindari minuman yang mengandung karobanat karna pembakaran bisa
menyebabkan penggelembungan atau perasaan penuh dan mencegah pemenuhan konsumsi
cairan.
2.7 Klasifikasi
Berdasarkan klasifikasi dehidrasi WHO, maka dehidrasi dibagi
tiga menjadi dehidrasi ringan, sedang, berat :
1.
Dehidrasi
ringan (jika penurunan cairan tubuh 5% dari berat badan ) gejala :
1)
Muka
memerah
2)
Rasa
sangat haus
3)
Kulit
kering pecah-pecah
4)
Volume
urin berkurang dengan warna lebih gelap
5)
Pusing
dan lemah
6)
Kram
otot terutama kaki dan tangan
7)
Kelenjar
air mata berkurang
8)
Sering
mengantuk
2.
Dehidrasi
sedang (jika penurunan cairan tubuh antara 5-10 % dari berat badan ) gejala :
1)
Gelisah,
cengeng
2)
Kehausan
3)
Mata
cekung
4)
Kulit
keriput
5)
Tekanan
darah menurun
6)
Pingsan
7)
Kontraksi
kuat pada otot
8)
Kejang
9)
Kembung
10) Gagal jantung
11) Ubun-ubun cekung
12) Denyut nadi cepat dan lemah
BAB III
PENUTUP
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Penyebab dehidrasi yang lebih sering terjadi karena disebabkan oleh hilangnya natrium dan air dari daerah yang terdapat tekanan osmotik yang rendah dan penggeseran air kedalam sel, apabila larutann NACL isotonik banyak terbuang volume ekstraseluler dan intraseluler kecil, darah menjadi pekat dan hampir tidak dapat mengalir. Sel tubuh akan digenangi oleh cairan yang mengandung oksigen dan bahan makanan yang tidak mencukupi pada dehidraqsi yang murni akibat kehilangan air, pengobatannya ialah minum air atau infus glukosa 5%, intrafena secukupunya, glukosa 5% atau air lebing biasa akan juga diserap dari rektum. Pada dehidrasi yang primer sebagai akibat kehilangan natrium, perlu diberikan air garam fisrologik secukupnya, kalau terjadi serebal yang berat, larutan nacl hipertonik perlu diberikan.
Penyebab dehidrasi yang lebih sering terjadi karena disebabkan oleh hilangnya natrium dan air dari daerah yang terdapat tekanan osmotik yang rendah dan penggeseran air kedalam sel, apabila larutann NACL isotonik banyak terbuang volume ekstraseluler dan intraseluler kecil, darah menjadi pekat dan hampir tidak dapat mengalir. Sel tubuh akan digenangi oleh cairan yang mengandung oksigen dan bahan makanan yang tidak mencukupi pada dehidraqsi yang murni akibat kehilangan air, pengobatannya ialah minum air atau infus glukosa 5%, intrafena secukupunya, glukosa 5% atau air lebing biasa akan juga diserap dari rektum. Pada dehidrasi yang primer sebagai akibat kehilangan natrium, perlu diberikan air garam fisrologik secukupnya, kalau terjadi serebal yang berat, larutan nacl hipertonik perlu diberikan.
3.2 Saran
Anjurkan minum 15 menit sekali pada seseorang yang bersiko mengalami dehidrasi. Agar dehidrasi tidak berujung pada kematian maka perawat harus mengukur balance cairan, agar output tidak melebihi input. Kaji tingkat kesadaran.
Anjurkan minum 15 menit sekali pada seseorang yang bersiko mengalami dehidrasi. Agar dehidrasi tidak berujung pada kematian maka perawat harus mengukur balance cairan, agar output tidak melebihi input. Kaji tingkat kesadaran.
DAFTAR PUSTAKA
Syamsunir
Adam. Dasar-Dasar Patologi, 1993, Jakarta: EGC.
Laurie
Cree, Sandra Rischmiller. Sains Dalam Keperawatan: Fisika, kimia, biologi.
2005, Jakarta:EGC.
Tambayong,
Jan. Patofisiologi untuk Keperawatan. 2000, Jakarta: EGC

0 komentar:
Posting Komentar